Selasa, 22 Juli 2008
Ceritanya begini, seorang kakek bercerita ama cucunya tentang kisah penjajahan belanda tempo doeloe (tau kan biasanya kakek kakek cuman make sarung doang tampa cd dan biasanya kursi malasnya terbuat dari rotan) Di tengah asiknya bercerita tiba tiba si kakek menangis tersedu-sedu di iringi dengan rintihan yang memilukan. Merasa terbawa suasana cucunya angkat bicara “Sudalah kek, memang tempo doeloe itu sangat menyedihkan tapi kan sekarang kita udah merdeka…”
Dengan nada agak menyedihkan si kakek menjawab “Cu, bukannya kakek sedih krn tempo doeloe, tapi BIJI KAKEK TERJEPIT DI KURSI ROTAN INI.”
Dengan nada agak menyedihkan si kakek menjawab “Cu, bukannya kakek sedih krn tempo doeloe, tapi BIJI KAKEK TERJEPIT DI KURSI ROTAN INI.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pages
http://warnet-unet.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Selalu tidak ada habisnya! Mungkin, kata ini ini tepat terkait kiprah Israel yang cenderung diskriminatif sejak mereka merebut tanah Palesti...
-
M edia player visit here: WARNING: MULTI MEDIA right here! Multi Media Tips & amp; Guide!
-
Satu hari Sultan merasa sungguh "boring n bete abis", jadi dia tanya Bendahara, "Bendahara, siapa paling pandai saat ini?...
Arsip Blog
-
▼
2008
(65)
-
▼
Juli
(23)
- Radmin v3.2 Server And Client
- saya mau komplain
- warnet 24 jam
- diary suami tentang istri tercinta
- anjing yang tak terkalahkan
- pujian yang ingin kau dengar
- dimana kamar pak yakub
- pujian yang ingin kau dengar
- sudahlah kek, jangan terus bersedih
- Menilai Sekretaris dan Atasannya
- Layanan Pijat Plus-Plus
- Memiliki Tetangga Miskin
- Orang Kaya Baru Beli Ponsel
- Diperkosa Kemarin Malam
- Dihina Karena Memiliki Anak yang Jelek Sekali
- Siapa yang Pernah Melihat Burung Saya
- Cerita Serba J
- Nama Kota Plesetan
- Jangan Nyopet Orang Arab
- Kisah Ayam Jago Tua dan Muda di Peternakan Ayam
- google earth ( Lastest Features in Earth 2008 )
- Menerjemahkan Otomatis Website Inggris ke Indonesia
- AdSense versi youtube
-
▼
Juli
(23)

0 comments:
Posting Komentar