Share Online

Selasa, 17 Juni 2008
GRESIK - Mbah Masmundari, 105, pelukis Damarkurung, meninggal setahun lalu. Namun, karyanya tetap menjadi magnet. Buktinya, kemarin (15/6), lomba melukis Damarkurung yang diadakan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dibanjiri peminat.

Anak-anak, orang tua, dan mahasiswa tumplek-blek di halaman UMG, Jl Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), untuk mengikuti lomba dalam rangka Milad Ke-26 UMG tersebut.

Versi panitia, lomba tersebut menghasilkan seribu karya lukis Darmakurung. Salah satu lukisan berukuran 4 x 5 meter. Panitia mendaftarkan lomba itu untuk dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).

''Damarkurung adalah ikon Gresik. Karena itu, masyarakat di sini harus mengetahui,'' kata M. Agung Sulianto, ketua panitia. ''Dan lomba ini kami daftarkan untuk masuk Muri,'' jelas dosen Fakultas Ekonomi UMG tersebut.

Pelukis utama dalam lomba itu adalah cucu Masmundari, Nur Samiaji. Dia melukis Damarkurung dengan media kain berukuran 4 x 5 meter. Nur membutuhkan waktu dua minggu untuk merampungkan karya lukisan terbesarnya itu. Sketsa lukisan dirampungkan selama tujuh hari. ''Mewarnainya butuh waktu sepekan,'' jelas Nur di sela-sela memajang lukisannya di UMG kemarin.

Cat yang dihabiskan untuk melukis Damarkurung itu, kata dia, mencapai 10 kg. ''Ini lukisan Damarkurung saya yang terbesar. Sebelumnya, saya juga melukis Damarkurung pesanan Pemerintah Kabupaten Gresik, tapi tak sebesar ini,'' ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri Hambali, peraih Muri yang memecahkan keramik dan mengelupas kelapa dengan gigi. (yad/ib)

0 comments:

Pages

http://warnet-unet.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Followers

Blogger Tricks